Sabtu, 25 April 2009

Semua Dan Si Kulit Bundar

Kotak persegi panjang tersedia. Wadah semua berlaga. Lapangan hijau tak besar tak kecil. Berwarna rumput tanah subur.
Gembira bukan main. Keseimbangan badan kokoh. Tangan berayun tak henti. Kaki kencang berlari. Kejar si kulit bundar. Menjabat sebagai poros permainan. Ciptakan sebuah fenomenal. Bersambut teriakan dan kepuasan batin. Gol !! Itu kata mereka.

Adrenalin terus berpacu. Putar otak cari celah. Celah untuk membalas. Gol yang telah tercipta. Ini seru namun tidak krusial.Tapi kebutuhan vital sore hari. Tiap hari.

Semua tertawa. Tak ada amarah. Sportif selimuti semua. Semua teman masa kecil. Hingga kini tetap berteman. Selalu tersenyum bersama.

Akhirnya kulit bundar mati. Hembuskan angin terakhir. Tak bisa bermimpi lagi. Paksa pacuan adrenalin berhenti. Akibat kecerobohan satu dari semua. Sedikit kecewa tapi puas. Sumringah semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar